KURSUS PERUBATAN ISLAM

KURSUS PERUBATAN ISLAM

Sabtu, Ogos 06, 2011

Salam Ramadhan


Ramadhan Kareem. Ya Allah, Semua kebesaran tidak ada ertinya di hadapan Kebesaran Ilahiah-Mu.Di bulan suci ini Allah memberi kita dari Berkah-Nya yang tidak terhingga Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa dan penuh barakah. Sepertiga pertama dari bulan suci Ramadan adalah sepuluh hari yang penuh rahmat bagi seluruh manusia, sepuluh hari keduanya adalah hari-hari yang penuh pengampunan dari Allah SWT, dan sepertiga bagian terakhir (10 hari terakhir Ramadhan) adalah pembebasan dari Neraka bagi orang-orang yang beriman, Allah SWT membebaskan mereka dari Neraka. 

Puasa adalah langkah awal bagi kebersihan spiritual. Langkah pertama adalah level orang awam untuk puasa; yaitu berusaha untuk membebaskan diri daripada ego. Bila kita masih berada di bawah perintah ego, kita tetap tidak bersih. Oleh sebab itu level pertama puasa adalah memaksa ego agar kita dapat mengambil mengawal ego dan menjadikannya berada di tangan kita—oleh sebab itu kita menahan diri dari makan, minum dan hubungan seksual di siang hari. Langkah pertama adalah menghindari apa yang dihalalkan setiap hari kecuali di bulan Ramadan. Makan, minum dan melakukan hubungan seksual adalah halal, tetapi di bulan Ramadan, hal-hal yang dibolehkan menjadi haram di siang hari. Itu adalah dasar dari proses pembersihan, tetapi tujuan yang lebih tinggi adalah mencapai pembersihan yang lebih dalam. Untuk mencapai pembersihan yang lebih dalam, langkah selanjutnya adalah berusaha untuk bersih dari dosa-dosa: kita harus menjaga pandangan kita, lidah kita, telinga kita, tangan kita, kaki kita dan seluruh bahagian tubuh kita dari perbuatan-perbuatan yang salah. Kita harus mengatakan pada diri sendiri, “Wahai lidahku! Walaupun engkau telah menjaga dirimu dari merasakan (nikmatnya) makanan dan minuman, tetapi engkau harus berhati-hati. Jangan mengatakan apapun yang dilarang oleh Allah.” 
Langkah kedua—membersihkan diri kita dari seluruh perbuatan terlarang dan dosa-dosa, membuat diri kita lebih ringan; kita dapat bergerak menuju maqam spiritual yang lebih tinggi. Tetapi itu belum cukup. Langkah ketiga ditujukan untuk hati. Kita harus menghidupkan hati kita dengan memuji Allah. Allah SWT mengatakan kepada kita, “Hati kalian adalah milik-Ku. “Hati kalian adalah milik-Ku, bukan milik yang lain,” Allah SWT mengatakan, “Oleh sebab itu Aku menginginkan agar ia tetap bersih, sebersih-bersihnya.” Bagaimana agar ia menjadi bersih? Segala sesuatu selain Allah SWT dan segala sesuatu yang tidak diridai-Nya harus dikeluarkan dari dalam hati kalian. Setiap saat, kita seharusnya melihat pada hati kalian untuk mengetahui apakah kalian bersama Tuhan kalian atau dengan seseorang atau sesuatu yang lain. Setiap kali kalian mengamati hati kalian dan menemukan bahwa diri kalian bersama Tuhan kalian, Allah swt, kalian harus menganggap bahwa kalian beruntung. Pada saat itu cahaya Ilahi akan memasuki hati kalian, dan kalian dapat meraih kenikmatan Iman yang sejati. Nabi SAW bersabda, “Pandangan sekilas disertai hasrat seksual adalah salah satu panah beracun dari syaitan". Dengan demikian, setiap orang beriman perlu mengawal setiap perbuatannya. Tanpa menjaga perbuatan kita, pasti kita akan rugi. Dan setiap perbuatan dimulai dengan pikiran. Syaitan sangat mengenal sifat alamiah manusia. Di dalam setiap macam pikiran, ia telah meletakkan tipu dayanya. Siapapun yang mampu mengawal minda dan pikirannya, ia akan selamat dari godaan syaitan; tetapi siapa yang tidak mampu mengawalnya akan mempunyai pikiran yang penuh dengan idea-idea syaitan dan kebohongan. Siapa yang berada di bawah kontrol syaitan tidak dapat menjadi hamba yang patuh kepada Tuhannya. Sebagai Muslim dan Mukmin, hal ini harus menjadi perhatian yang utama—yaitu mengendalikan diri kita. Jika kalian merasakan ada syaitan yang mempengaruhi diri kalian, baik melalui perbuatan maupun pikiran, kalian harus berjuang untuk membersihkannya. Peningkatan ibadah—suatu jalan mendekatkan diri kepada Allah swt menjelang berakhirnya Ramadan, membuat kita dapat menemukan diri kita “menangis untuk Ramadan.” Bulan ini memberikan begitu banyak kenikmatan kepada kita, melalui peningkatan kepatuhan dan ibadah kepada Allah SWT. Keduanya adalah sumber bagi seluruh kebahagiaan sejati—kepatuhan dan ibadah.  Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi, “Wahai hamba-Ku! Jika kalian membuat satu langkah kepada-Ku, Aku akan membuat sepuluh langkah kepadamu.” Oleh sebab itu kita harus aktif untuk-Nya. Buatlah langkah-langkah kalian lebih di jalur yang benar dan agar kalian lebih kuat hari demi hari. Musim ibadah yang suci ini yang akan membuat kalian bergerak menuju Allah SWT. “Ketika Ramadan datang… suatu panggilan menyeru setiap malam, ‘Wahai para pencari kebaikan, dekatlah kepada Allah! Wahai pencari kejahatan, berhentilah!’” [Riwayat an-Nasa'i]. Oleh sebab itu, bulan ini memberi kesempatan yang istimewa: satu untuk meningkatkan ibadah dan meningkatkan pengabdian kepada Allah. Di dalamnya terdapat tarawih dan salat malam yang memungkinkan seseorang lebih dekat kepada Allah. Kita memiliki kesempatan dalam bulan suci Ramadan yang lebih besar dibandingkan di waktu-waktu yang lainnya. Orang yang dapat mengontrol dirinya selama Ramadan akan mampu, dengan dukungan Allah, mengendalikan dirinya di sebelas bulan yang lain. Segala sesuatu dimulai dari yang kecil, kemudian berkembang, begitu pula dengan hal-hal baik dan hal-hal buruk, perilaku yang baik dan yang buruk, bagi setiap diri kita tentu ada awalnya. Dan awal itu sulit, tetapi kalian harus bersabar dan melanjutkannya, jika kalian meyakini bahwa hal itu benar, kalian harus melanjutkannya, walaupun itu akan sangat sulit. Kesulitan-kesulitan akan dapat diatasi dengan Iman yang kuat dan Iman yang kuat ada pada orang-orang yang mampu mengendalikan diri mereka. Oleh sebab itu buatlah niat yang kuat dan berkelanjutan untuk meningkatkan ibadah, bukan hanya di bulan suci ini, Ramadan, tetapi untuk seterusnya. 

Puasa adalah sebuah hijab (dari neraka) dan ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, pertama pada saat ia berbuka puasa, dan yang kedua pada saat ia akan bertemu dengan Tuhannya. Dan aroma mulut dari orang yang berpuasa adalah lebih baik di Sisi Allah SWT daripada wangi kasturi.” [Bukhari]

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kasih sayang-Nya selalu…setiap saat…dari awal hingga Akhir….dari dunia hingga kampung Akhirat kelak…dan memberikan kemenangan pada hari dimana segala sesuatunya diperhitungkan….Sungguh Allah adalah DZat Yang Maha Adil Lagi Maha Bijaksana …..amin…Wallohu’alam bishowab…..

(sedikit nasihat daripada ringkasan suhbah yang pernah disampaikan oleh Tuan Guruku As-Sayyid Maulana Syeikh Muhammad Nazim al-Haqqani)